Kuliah Umum - Bahas Transformasi Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence
29 Jun 2026
Bone – IAIN Bone menyelenggarakan Kuliah Umum dan Seminar Pendidikan Islam dengan tema “Jejak Masa Lalu, Arah Masa Depan: Transformasi Pendidikan Islam dari Era Pesantren hingga Era Artificial Intelligence”. Kegiatan ini menghadirkan Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. Lukman Arake, Lc., M.A., sebagai narasumber utama dan diikuti oleh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah.
Dalam sambutannya, Prof. Lukman Arake mengawali pemaparan dengan mengingatkan makna hari pelaksanaan seminar yang berlangsung pada hari Senin. Menurutnya, Senin merupakan hari kelahiran Rasulullah ﷺ yang sarat dengan keberkahan dan harapan. Karena itu, beliau berharap seluruh tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai melalui kegiatan ilmiah tersebut dapat terwujud serta memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan Islam.
Beliau juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum dan seminar yang dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam, IAIN Bone harus terus membangun budaya akademik melalui berbagai forum ilmiah seperti seminar, diskusi, penelitian, dan kuliah umum sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Lukman menjelaskan perjalanan transformasi pendidikan Islam dari masa ke masa. Ia menguraikan bahwa pada era klasik, pesantren menjadi pusat pendidikan Islam yang berperan penting dalam membina dan mentransmisikan ilmu pengetahuan keislaman. Berbagai disiplin ilmu seperti tafsir, hadis, fikih, akidah, tasawuf, dan bahasa Arab diajarkan secara sistematis sebagai fondasi pendidikan Islam.
Memasuki era modern, menurutnya, perguruan tinggi keagamaan Islam harus mengambil peran strategis dalam mengembangkan pendidikan Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Dalam pemaparannya, Prof. Lukman menegaskan bahwa pendidikan Islam perlu dibangun di atas empat pilar utama. Pertama, Bina’ ar-Rūḥ atau pembangunan spiritualitas yang bertujuan mendekatkan manusia kepada Allah SWT. Kedua, Bina’ al-‘Aql, yaitu pengembangan kecerdasan agar peserta didik menjadi pribadi yang kritis, objektif, kreatif, dan mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan. Ketiga, Bina’ al-Akhlāq, yakni pembentukan karakter yang menekankan pentingnya kejujuran, integritas, dan tanggung jawab. Keempat, menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Beliau juga mengingatkan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam diharapkan memiliki tiga kompetensi utama, yakni menjadi akademisi yang mumpuni, mampu berdakwah kepada masyarakat, serta menjadi imam dan teladan di tengah umat.
Selain itu, Prof. Lukman menegaskan bahwa pendidikan Islam merupakan identitas utama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Karena itu, PTKI harus terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pendidikan Islam sekaligus menjadi rujukan akademik dalam bidang tersebut.
Membahas perkembangan teknologi, Prof. Lukman menyoroti kehadiran Artificial Intelligence (AI) sebagai tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Menurutnya, AI merupakan realitas yang tidak dapat dihindari. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana sehingga menjadi alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.
Ia mengajak mahasiswa untuk tetap membangun budaya literasi melalui membaca buku, berdiskusi, melakukan riset, dan aktif memanfaatkan perpustakaan. Menurutnya, kecanggihan teknologi tidak boleh menghilangkan tradisi intelektual yang selama ini menjadi fondasi pendidikan.
Dalam salah satu bagian pemaparannya, beliau menyampaikan ungkapan, “Al-‘Ilmu fil ‘Aql, wa laisa fil Hatif” yang berarti ilmu sesungguhnya tersimpan dalam akal, bukan semata-mata di telepon genggam. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi harus digunakan untuk memperkuat kapasitas berpikir, bukan membuat manusia bergantung sepenuhnya pada perangkat digital.
Menutup kuliah umum, Prof. Lukman mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan buku sebagai sahabat terbaik. Menurutnya, buku merupakan sumber pengetahuan yang setia menemani proses belajar dan menjadi salah satu kunci dalam membangun peradaban yang maju.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Bone menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan pesantren, serta penguatan spiritualitas, intelektualitas, dan akhlak mulia.
Editor: Prakom Fakultas Tarbiyah IAIN Bone